Rabu, 24 November 2010

ARTI SAHABAT

                            aRti saHabaT

Kau pergi karna terluka
Kau menangis karna tersakiti
cinta mu membuat mu lara
rindu mu membuat mu sedih

hati mu hancurrrrrr..

jiwa mu hilangggg..
pergi bersama cinta
hilang ditelan kerinduan

adakah celah untuk ku???

untuk menghibur hati mu
untuk sekedar melihat senyum mu
mendengar canda tawa mu

Sahabat..

taukah engkau???
aku risau melihat mu begitu
aku sedih mendengar luka mu

cinta yang kau cari

tapi kenapa rindu yang kau dapati??
rindu yang membuat mu tersiksa
rindu yang membuat kita mati..

sahabat..

coba kau dengar tangisan hati ini..
tidakkah kau iba mendengarnya???
sudahlah, sahabat usah bersedih
karna masih ada aku disini

ada aku yang kan mengisi

hari-hari sepi mu??
ada aku yang akan menangis bersamamu
karna kita itu satu rasa
dalam hati yang tersakiti.
***


Sahabat jadi Cinta

Tinggal dalam bingkai hatiku sebagai teman seperjalanan..
Aku tertawa kau bahagia,
kau menangis aku terluka...
Kita mungkn tak menyadari,
aku bahkan kian tak mengerti.
Perlahan...
ketulusanmu menyamarkan kisah pertemanan kita.

Tidak kusesali sekian cerita yg mendekatkan kau dan aku,
luka menjadi jembatan kian dekat hatimu dan aku.
Barangkali suatu saat,
kau akan memperoleh sebuah kisah indah yg lain.
meski tak mampu kubayangkan kau dengan yang lain,
kubiarkan mulutku berkata tidak, meski hatiku kian tersiksa.

Dengan sia-sia aku mencarinya ke setiap alasan,
ke setiap pertemuan dan ikatan.
Kucoba yakini tak ada apapun disini,
tidak rindu yg perlahan kian menyiksaku.
Dengarlah rekan seperjalananku,....
jika saja angin mampu berbicara jujur
dia akan berbisik sejuta rindu yg terpantul dalam bilik hatiku.
Menembus mega-mega..
menggantung diangkasa..
menghuni kedalaman jiwaku,
terkunci dalam bibirku meski tersirat dari tatapanku.

Tautkan saja, lepaskan label persahabatan kita
jika saja ku mampu menanggalkan segala segan...
Ku hadirkan bingkai jiwaku,
kubiarkan nama kita tertulis di sana.
menghapus jarak dan kesakitan di masa lalu.
Mungkin saja,...
kutemukan damai disisimu,
dan kau temukan kesejatian cinta bersamaku.

            


Rabu, 17 November 2010

Kapasitor - Prinsip dasar dan spesifikasi elektriknya

        Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Prinsip kapasitor 
Gambar 1 : prinsip dasar kapasitor
Kapasitansi
Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18  menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday  membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
                                                                                 Q = C.V 
dimana 
                   Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
                   C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
                   V = besar tegangan dalam  V (volt)
Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :
C = (8.85 x 10-12) (k A/t) ...(2)
Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.
Tabel-1 : Konstanta dielektrik bahan kapasitor
Tabel konstanta dielektrik bahan kapasitorTabel konstanta dielektrik bahan kapasitor
Untuk rangkain elektronik praktis, satuan farads adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F), nF (10-9 F) dan pF (10-12 F). Konversi satuan  penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047uF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.
Tipe Kapasitor
Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.  
Kapasitor Electrostatic
Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan  bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia  dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok  bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti  polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.
Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.
Kapasitor Electrolytic
Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda.
Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan  metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui  proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya. 
Gambar-2 : Prinsip kapasitor Elco
Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.
Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya  bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.  

Bahan electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil  Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.

Kapasitor Electrochemical
Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular. 
Membaca Kapasitansi
Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.
Kapasitor  yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah  47 pF. 
Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104, maka  kapasitansinya  adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF.
Selain dari kapasitansi  ada beberapa karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam datasheet. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting tersebut.
Tegangan Kerja (working voltage)
Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Para elektro- mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan. Misalnya kapasitor 10uF 25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.

Temperatur Kerja
Kapasitor masih memenuhi  spesifikasinya jika bekerja pada suhu  yang sesuai. Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. Ada 4 standar  popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (ultra stable), X7R (stable) serta Z5U dan Y5V (general purpose).  Secara lengkap kode-kode tersebut disajikan pada table berikut.  
Tabel-2 : Kode karakteristik kapasitor kelas I
Kode karakteristik kapasitor kelas I
Tabel-3 : Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III
Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III
Toleransi
Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Tabel diatas menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf  tertentu. Dengan table di atas pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitasinya adalah 100nF dengan toleransi  +/-15%. Sekaligus dikethaui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara  -55Co sampai +125Co (lihat tabel kode karakteristik)
Insulation Resistance (IR)
Walaupun bahan dielektrik merupakan bahan yang non-konduktor, namun tetap saja ada arus yang dapat melewatinya. Artinya, bahan dielektrik juga memiliki resistansi. walaupun nilainya sangat besar sekali. Phenomena ini dinamakan arus bocor DCL (DC Leakage Current) dan resistansi dielektrik ini dinamakan Insulation Resistance (IR). Untuk menjelaskan ini, berikut adalah  model rangkaian kapasitor.  
model rangkaian kapasitor
Gambar-3 : Model rangkaian kapasitor
C = Capacitance 
ESR = Equivalent Series Resistance
L = Inductance 
IR = Insulation Resistance
Jika tidak diberi beban, semestinya kapasitor dapat menyimpan muatan selama-lamanya. Namun dari model di atas, diketahui ada resitansi dielektrik IR(Insulation Resistance) yang paralel terhadap kapasitor. Insulation resistance (IR) ini sangat besar (MOhm). Konsekuensinya tentu saja arus bocor (DCL) sangat kecil (uA).  Untuk mendapatkan kapasitansi yang besar diperlukan permukaan elektroda yang luas, tetapi ini akan menyebabkan resistansi dielektrik makin kecil. Karena besar IR selalu berbanding terbalik dengan kapasitansi (C), karakteristik resistansi dielektrik ini biasa juga disajikan dengan besaran RC (IR x C) yang satuannya ohm-farads atau megaohm-micro farads.
Dissipation Factor (DF) dan Impedansi (Z)
Dissipation Factor adalah besar persentasi rugi-rugi (losses) kapasitansi jika kapasitor bekerja pada aplikasi frekuensi. Besaran ini menjadi faktor yang diperhitungkan misalnya pada aplikasi motor phasa, rangkaian ballast, tuner dan lain-lain. Dari model rangkaian kapasitor digambarkan adanya resistansi seri (ESR) dan induktansi (L).  Pabrik pembuat biasanya meyertakan data DF dalam persen. Rugi-rugi (losses) itu didefenisikan sebagai ESR yang besarnya adalah persentasi dari impedansi kapasitor Xc. Secara matematis di tulis sebagai berikut :
Faktor dissipasi
Gambar-4 : Faktor dissipasi
Dari penjelasan di atas dapat dihitung besar total impedansi (Z total) kapasitor adalah :
Impedansi Z
Gambar-5 : Impendansi Z
Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jika kapasitor bekerja pada frekuensi tinggi.  Untuk perhitungan respons frekuensi dikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality factor) yang tak lain sama dengan 1/DF.
                                  \
  

Rabu, 10 November 2010

gaya dan sifatnya

 Definisi Gaya adalah kegiatan menarik atau mendorong suatu benda atau objek Gaya merupakan besaran vektor,
BESARAN VEKTOR...
Besaran vector adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Satuan gaya ya ialah Newton. Serta Alat untuk mengukur besaran pada gaya adalah dinamometer.
Vektor gaya didefinisikan dengan anak panah ketika panjang anak panah menyatakan besaran gaya dan arah anak panah menyatakan arah gaya bekerja. Gaya yang bekerja pada benda dapat mengakibatkan perubahan. Perubahan pada benda yang disebabkan oleh pengaruh gaya adalah:
1.    Gaya dapat membuat benda yang semula diam menjadi bergerak.
2.    Gaya dapat mengubah arah benda yang bergerak.
3.    Gaya dapat mengubah bentuk benda.
4.    Gaya dapat mengubah posisi/letak benda.
RESULTAN GAYA
Resultan gaya ialah sebuah gaya pengganti yang memiliki nilai dan arah yang ekuivalen dengan jumlah beberapa gaya yang bekerja. Ada beberapa resultan gaya.
1.      Resultan gaya-gaya searah
F^3M F2 = 4N R = -1N
R=F1 + F2
Vektor gaya-gaya searah
Resultan gaya-gaya berlawanan arah
F1 = 3N
F2 = 4N
R = -1N Vektor gaya-gaya berlawanan arah
R = F1 – F2
.      Resultan gaya-gaya tegak lurus
R = 5 N
F2 = 4 N
Vektor gaya-gaya yang saling tegak lurus
Contoh soal
1.      Diketahui pada sebuah benda bekerja gaya F1 = 30 N ke kanan, F2 = 40 N ke kanan, dan F3 = 60 N ke kiri. Tentukan besar dan arah resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut. Jawab:
R = F1 + F2  - F3
= 30 + 40-60
= 10 N farahnya ke kanan)
2.     Tentukan resultan gaya dari gambar berikut ini.
F2    r    %
Benda    F4
■<
F5
F,
Dengan ketentuan:
F1= 16 N; F2 = 8 N; F3 = 18 N; F4 = 14 N; dan F5; = 10 N.
Jawab:
Fx,   =Fl + F4-F5
= 16 + 14-10 = 20 N
Fv   = F2 + F3
= -8 + 18 =10N
R = √Fx2 + Fy2
= √202 +102
= √500
= 10 = √5
HUKUM NEWTON
Hukum Newton itu adalah ilmu yang membahas tentang gerak dalam dua dimensi. Dalam hukum newton di dalmnya terdapat tiga Hukum
NEWTON TENTANG GERAK…
1.   Hukum I Newton (hukum kelembaman/inersia)
“Benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan selama resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol.”
Secara matematis, Hukum I Newton dirumuskan sebagai berikut.
∑F = 0
dengan a = 0 karena v = 0 (diam), atau v = konstan (gerak lurus beraturan)
berikut ini Contoh dari penerapan Hukum I Newton
Penumpang berdiri di dalam bus yang diam akan merasa terdorong ke belakang jika bus tiba-tiba bergerak. Ini karena kecenderungan benda untuk tetap mempertahankan kondisi diamnya.
2.     Hukum II Newton
“Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan resultan gayanya dan berbanding terbalik dengan massa benda.” Secara matematis, Hukum II Newton dirumuskan sebagai berikut.
∑F = m a
Dengan :
∑F    = resultan gaya (N)
m    = massa benda (kg)
a    = percepatan benda (m/s2)
Nah, berikut ini adalah contoh soal dari hukum II Newton :
Diketahui sebuah kereta mogok bermassa 0,80 kg ditarik dengan gaya sebesar 2,0 N hingga bergerak. Jika gesekan antara kereta dan rel diabaikan, berapakah percepatan yang dialami kereta tersebut?
Penyelesaian :
Dik    : F = 2n
M = 0,8 kg
Dit    : a..??
Jawab        F = m x a
a = F : m
= 2n : 0,8 kg
= 2,5 m/s2
3.   Hukum III Newton (hukum aksi dan reaksi)
“Jika sebuah benda mengerjakan gaya aksi pada benda lain maka benda kedua akan mengerjakan gaya reaksi yang sama besar terhadap benda pertama, tetapi arahnya berlawanan.” Secara matematis, hukum ini dirumuskan sebagai berikut.
F aksi = -F reaksi
Catatan: Gaya aksi dan gaya reaksi bekerja pada benda yang berbeda.
D. Gaya Gesek
Pengertian Gaya gesek adalah gaya yang dialami benda ketika berada di permukaan kasar. Arah gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Nilai gaya gesek tergantung pada tingkat kekasaran permukaan bidang tempat terjadinya gesekan. Ternyata gaya gesek dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu:
1.    gaya gesekan statis (/): gaya yang dialami oleh benda dalam      keadaan diam.
2.  gaya gesek kinetis (/.): gaya yang dialami oleh benda saat     bergerak.
Sebuah benda akan bergerak jika gaya dorongnya (F) lebih besar daripada gaya
geseknya {/).
Suatu Gaya gesek pada benda dapat diperkecil dengan cara sebagai berikut:
1.    memperhalus/memperlicin permukaan bidang gesekan,
2.    meletakkan benda di atas roda,
3.    memberi lapisan udara di antara permukaan benda dan bidang  gesekan,
4.    memberi minyak pelumas/oli pada bidang gesekan.
Adanya gaya gesek pada suatu benda ternyata dapat memberikan keuntungan dan juga kerugian .
1.    Gaya gesek yang menguntungkan
Inilah beberapa contoh yang kita ambil dari kehidupan sehari-hari kita :
a. Gaya gesek pada karet rem sepeda dapat memperlambat    kecepatan.
b.    Semakin besar gaya gesek pada gergaji akan membuat benda lebih cepat
terpotong.
c.    Semakin besar gaya gesek pada amplas maka permukaan benda akan lebih
cepat halus.
2.    Gaya gesek yang merugikan
Dan berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat kita ambil        dalam kehidupan sehari-hari kita :
a.    Gaya gesek yang terjadi pada mesin kendaraan dapat mengakibatkan mesin
cepat aus/rusak.
b.    Gaya gesek antara poros roda (as) dan pelek roda dapat menyebabkan poros
menjadi panas dan aus. Untuk mencegahnya dapat diatasi dengan memberi
pelumas pada poros.
c.    Gaya gesek pada ban kendaran dengan permukaan jalan yang kasar dapat
menyebabkan ban kendaraan menjadi cepat gundul.
GAYA BERAT
Gaya berat itu adalah gaya tarik Bumi yang bekerja pada suatu benda. Gaya berat dinotasikan dengan lambang w (weight) dengan satuan Newton. Secara matematis, gaya berat dirumuskan sebagai berikut.
w = m . g
dengan:
w = berat benda yang mengalami gaya tarik (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi = 9, 8 m/s2 atau 10 m/s2
Contoh Soal
1.    Berapakah berat benda jika diketahui massanya 140 gram dan percepatan gravitasi adalah 10 m/s2?
Penyelesaian:
m = 140 gram = 0,14 kg
w = m . g = 0,14* 10 = 1,4N
2.  Diketahui sebuah benda di Bumi memiliki berat 6.400 N. Berapakah massa dan berat benda tersebut jika berada di sebuah planet yang memiliki percepatan gravitasi 1,2 kali percepatan gravitasi Bumi?
Penyelesaian:
a.    Di Bumi
w   = m . g
6400  = m.10
m = 640 Kg
b.    Di planet lain
Massa benda tetap karena tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi. m = 640 kg (tetap)
w’ = m.g’      =m.(l,2.g) w’
= 1,2 w
= 1,2 . 6400
= 7680 N

Rabu, 03 November 2010

IPA Kelas 3 SD: MACAM ENERGI

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan atau kerja.
Energi = tenaga

BENTUK-BENTUK ENERGI

1. Energi Panas
• Energi panas adalah energi yang dihasilkan atau dilepaskan oleh suatu benda yang memiliki suhu tertentu.
• Energi panas disebut juga energi kalor (panas = kalor)
• Sumber energi panas terbesar adalah matahari
• Panas juga dapat dihasilkan dari dua benda yang bergesekan

Contoh: sumber energi panas adalah matahari, uap air, dan panas bumi
Manfaat energi panas :
a. Mengeringkan jemuran pakaian (matahari)
b. Menghangatkan ruangan (matahari)
c. Mengeringkan ikan, kerupuk, padi dan kopi (matahari)
d. Pembangkit tenaga listrik (matahari)
e. Menghaluskan pakaian (setrika listrik)
f. Memasak (kompor)

2. Energi Cahaya
• Energi cahaya adalah energi yang dipancarkan oleh sumber cahaya.
• Energi cahaya menyebabkan tempat gelap menjadi terang.
• Sumber energi cahaya terbesar adalah matahari
Contoh : matahari, bintang, api, dan lampu listrik.
Manfaat energi cahaya :
a. Penerangan
b. Fotosintesis (matahari)

Merapi Terus Keluarkan Awan Panas


Warga menyaksikan semburan awan panas dari Pasar Buto, Sidorejo, Klaten.
SLEMAN, KOMPAS.com — Merapi erupsi lagi, Kamis (4/11/2010) pagi sekitar pukul 05.00. Awan panas  tampak meluncur bersusul-susul hingga ketinggian sekitar tiga kilometer dari Puncak Merapi.
Awan panas berwarna hitam pekat bergumpal-gumpal terlihat tertiup ke arah barat daya. Awan panas yang meluncur ini disertai suara gemuruh seperti petir berulang kali. Suara gemuruh dapat terdengar hingga Jembatan Kali Gendol yang jaraknya lebih dari 10 kilometer dari puncak Merapi.
Namun, arah angin mulai bertiup ke arah Timur sehingga warga Klaten yang berada di kawasan rawan mulai waspada untuk berevakuasi. Berdasarkan pantauan radio komunitas pemantau Merapi Balerante, hujan abu deras terjadi di Magelang dan Muntilan dari malam hingga pagi ini.
Di lereng selatan dan timur dirasakan terjadi gempa vulkanik. Dentuman juga dilaporkan dapat terdengar di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Erupsi Merapi yang dapat dilihat dengan jelas ini menjadi tontonan warga. Ratusan warga terlihat di sepanjang jalan, jembatan, dan kantor balai desa untuk menonton fenomena alam ini.